Rabu, 25 November 2015

Teknik Dasar Lompat Jauh

Lompat jauh dapat dilakukan dengan beberapa jenis gaya, salah satunya berjalan di udara. Gaya ini disebut juga gaya menendang. Dengan gerakan kaki yang memutar ke depan atau berjalan saat melayang di udara akan memudahkan pelompat dalam mempersiapkan pendaratan.


Dalam melakukan gaya ini, tungkai diayun dengan kuat tinggi ke depan. Pada saat melakukan tolakan, tungkai lurus ke bawah dan dibawa ke belakang badan dengan lutut ditekuk. Gerak tungkai ayun masih terangkat sampai posisi horizontal, sehingga posisi kedua tungkai terlihat seperti sedang berjalan atau berlari. Kemudian, tepat sebelum mendarat, tangan dibawa ke belakang tubuh dan diayunkan ke depan dengan kuat, sementara kaki dipersiapkan untuk mendarat. 



1.  Teknik Dasar Lompat Jauh 
Keseluruhan rangkaian gerak teknik  lompat jauh terbagi dalam  awalan, tolakan, melayang di udara, dan pendaratan. Teknik-teknik dasar ini harus dikuasai dengan baik untuk mendapatkan koordinasi gerak yang baik sehingga menghasilkan jarak lompatan yang jauh.

a.   Awalan
Awalan lari dilakukan dengan meningkatkan kecepatan lari, tetapi masih terkendali untuk melakukan tolakan. Pada saat mendekati papan tolakan, yaitu sekitar 3–5 langkah terakhir dipersiapkan untuk mengalihkan kecepatan gerak horizontal (lari awalan) kepada kecepatan vertikal (tolakan) dengan langkah yang terakhir pendek.

b.  Tolakan
Tolakan dilakukan sebagai tahap pengalihan telapak kaki tolak untuk lepas landas. Tujuannya, yaitu menghasilkan gerak mengangkat tubuh ke atas untuk gerak melayang di udara. Saat akan melakukan tolakan, kaki tolak sedikit dibengkokkan, menapakkan kaki, dan meluruskan tungkai untuk lepas landas. Gerakan tolakan memerlukan kecepatan, kekuatan, dan koordinasi gerakan yang memadai sehingga gerakannya lebih efektif.

Gerakan kaki yang berjalan selama melayang di udara akan memudahkan Anda untuk mempersiapkan pendaratan yang baik. Hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan gerak melayang di udara adalah sebagai berikut.
  1. Memelihara keseimbangan badan saat melayang.
  2. Mengusahakan tahanan udara sekecil mungkin.
  3. Mengusahakan melayang di udara selama mungkin.
  4. Mempersiapkan kaki untuk pendaratan.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Gambar: Lompat jauh gaya melayang di udara

d.  Pendaratan
Pendaratan dilakukan dengan persiapan menundukkan kepala, mengayun lengan, dan membawa pinggang ke depan. Dengan demikian, pada saat pendaratan, anggota badan yang lain tidak menyentuh pasir lebih belakang daripada kaki. Apabila harus menyentuh pasir, perkenaan dengan pasir harus lebih depan dari kaki. 

Untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknik  lompat jauh, Anda harus memerhatikan faktor-faktor yang menentukan hasil lompatan seseorang, di antaranya sebagai berikut.
  1. Penentuan jarak awalan yang tepat
  2. Penentuan irama lari awalan
  3. Kemampuan menolak dan lepas landas
  4. Kemampuan gerak melayang
  5. Kemampuan gerak pendaratan


2.  Peraturan Dasar Lompat Jauh
Berikut ini beberapa peraturan dasar dalam lompat jauh.

a.  Lintasan Lari Awalan
Panjang lintasan lari awalan minimal 40 m, sementara lebarnya minimal 1,22 m dan maksimal 1,25 m. Lintasan dibatasi dengan garis putih selebar 5 cm di sebelah kanan dan kirinya.

b.  Papan Tolak
Papan tolak berbentuk segi empat, terbuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dan di cat putih. Papan tolakan ditanam tidak kurang dari 1 meter dari tepi dekat tempat pendaratan. Jarak papan tolak dengan sisi terjauh dari tempat pendaratan minimal 10 m. 
Ukurannya adalah sebagai berikut.
Panjang =1,21–1,22 m
Lebar =1,98–2,02 dm
Tebal   =1,00 dm
Teknik Dasar Lompat Jauh

Gambar: Lintasan lari awalan lompat jauh

Papan tolak harus ditanam di tanah, bagian atasnya rata dengan tanah lintasan lari dan tempat pendaratan. Di belakang garis tolakan dipasang papan plastisin atau bahan lain yang sesuai, yang berfungsi sebagai pencatat injakan kaki pelompat yang salah dan membekas di papan tersebut.

c.  Bak Pendaratan
Lebar bak pendaratan minimal 2,75 m. Bak pendaratan harus diisi dengan pasir yang lembut dan basah. Permukaan atasnya harus datar dan rata dengan permukaan papan tolak.

3.  Peraturan Perlombaan Lompat Jauh
Dalam perlombaan  lompat jauh, terdapat beberapa aturan khusus sebagai berikut.

a. Jika jumlah peserta lebih dari 8 peserta, tiap peserta diberi tiga kali kesempatan melompat dan kemudian diambil 8 pelompat dengan hasil lompatan terbaik. Jika hasil lompatan yang sama pada urutan yang kedelapan, maka diberikan tiga kali kesempatan lompatan kepada masing-masing pelompat. Jika jumlah peserta 8 orang atau kurang, setiap peserta diberikan 6 kali kesempatan lompatan.

b. Seorang pelompat dinyatakan gagal apabila melakukan hal-hal berikut.
  • Menyentuh tanah di belakang garis batas tumpuan dengan bagian tubuh manapun, baik sewaktu membuat ancang-ancang lompat maupun sewaktu lari kencang tanpa membuat tolakan.
  • Menolak dari luar ujung balok tumpuan, baik sebelum maupun sesudah garis perpanjangan garis tumpuan.
  • Pada waktu mendarat, pelompat menyentuh tanah di luar zona pendaratan atau bak lompat sebelum melakukan pendaratan yang benar pada bak pendaratan.
  • Sesudah melompat dengan sempurna, pelompat berjalan balik melalui bak lompat.
  • Mendarat dengan melakukan suatu gerakan salto.

Teknik Dasar Tolak Peluru Lengkap

PENJASORKES - Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Tujuan tolak peluru adalah menolak sejauh jauhnya uuntuk mendapatkan hasil lemparan sejauh mungkin. Dalam tolak peluru dikenal ada dua macam gaya yang sering digunakan, yaitu: gaya lama atau menyamping (Ortodoks) dan gaya baru atau membelakangi (O'briens). Yang akan dibahas dalam artikel ini adalah Teknik dasar tolak peluru lengkap. Berikut adalah Teknik dasarnya.

Gambar : Tolak Peluru

TEKNIK DASAR TOLAK PELURU

1. Cara Memegang Peluru

Peluru dipegang dengan jari jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas. Cara melakukanya adalah:
  • peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari jari tangan.
  • Jari jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, tengah dan jari telunjuk) dipergunakann untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
  • Jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian samping yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau keluar.

2. Teknik meletakan peluru

Cara meletakkan peluru yang benar adalah :
  • Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, sedangkan kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan.
  • Peluru dipegang dengan tangan kanan dengan pegangan serasi
  • Tangan yang memegang peluru mengatur letak peluru. Peluru diletakkan pada batas leher dengan pundak, dibawah telina. Ketika membuka dan lengan terentang segaris dengan pundak
  • Lengan kiri di muka dada sedikit ditekuk
  • Kaki kiri kendor dan menapak pada ujung kaki

 3. Persiapan Awal

  • Kaki kanan ditempatkan di muka, kaki kiri disamping kiri selebar badan, segaris dengan arah lemparan
  • Peluru dipegang dengan tangan kanan
  • Peluru diletakkan pada batas leher dengan pundak di bawah telinga
  • Lengan kiri di muka dada dan sedikit ditekuk
  • Berat badan diletakkan pada kaki kanan dan badan membungkuk dan sedikit condong ke kanan
  • Kaki kiri diayun ke muka dan ke belakang.

4. Awalan

  • Setelah ayunan kaki kiri yang merupakan awalan kemudian kaki kanan ditekuk lebih pendek
  • Kaki kiri sewaktu melakukan ayunan posisinya berada di belakang kemudian diayun ke kiri (ke arah lemparan) kemudian secepatnya mendarat. Bersama itu, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan kemudian mendarat
  • Pada saat kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan condong ke kanan
  • Pegangan peluru jangan sampai bergeser pada saat melakukan serangkaian gerakan tadi. Posisi ini sudah siap untuk melakukan tolakan peluru.

5. Sikap Badan Ketika akan menolak

Menyamping arah tolakan, kaki kiri di depan lurus dan kaki kanan di belakang dengan lutut ditekuk, berat badan bertumpu pada kaki kanan tangan kiri lurus rileks berada di depan untuk menjaga keseimbangan.

6. Cara menolakkan peluru

  • Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut didorong ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat dan pandangan tertuju ke arah tolakan.
  • Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan menolakkan kaki kanan dan melonjakkan seluruh badan ke atas serong ke depan.

7. Sikap Badan setelah menolak peluru

Pada saat peluru lepas, badan dalam keadaan condong ke depan. Agar jangan sampai jatuh diluar lapangan tolak peluru maka segera kaki kanan digerakan ke muka (depan). Bersamaan dengan kaki kanan mendarat kaki kiri ditarik ke belakang, demikian juga lengan kiri untuk memelihara keseimbangan. 

Teknik Dasar Permainan Bola Voli

Teknik Dasar Permainan Bola Voli `- Permainan bola voli sudah tidak asing lagi bagi kita khususnya masyarakat indonesia. teman-teman sudah pada tau belum sih bagaimana cara bermain voli dengan benar?. saya yakin kebanyakan sudah pada pernah main tapi kebanyakan kalu di tanya tentang tekniknya apa saja dan penjelasan bagaimana cara melakukan bola voli yang benar banyak yang tidak tahu. apalagi kalu ditanya masalah seluk beluk bola voli pasti banyak yang belum tahu, sebagai contoh anak pelajar kalu ditanya sejarah permainan bola voli banyak yang ditidak tahu?bener kan itu ! hehehehehe..... saya pun dulu juga seperti itu kok. sama tousssss dlu donk hehehehehehe
ok gak usah lama-lama saya akan mengulas berbagai permainan bola voli di blog saya ini kok. langsung saja nih beberapa teknik dasar dalam permainan bola voli:

Teknik bola voli dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya sebagai berikut:
  1. servis
  2. pasing
  3. smash
  4. blok
dari beberapa bagian teknik voli yuk kita kupas satu persatu .....

1. Servis

http://www.volimaniak.com/pengertian servis bola voli adalah : sajian pertama dalam permainan bola voli untuk mengawali permainan dan ini tidak kalah pentingnya karna tanpa servis masuk sebuah tim tidak bisa mendapatkan poin karena sistem pertandingan yang dipake sekarang adalah rally point. sevis bisa dibagi menjadi servis atas dan servis bawah
sevis atas antara lain : underhand serve, tennis serve, float serve dan change-up serve. itu merupakan servis yang umum sering dilakukan tapi sebenarnya masih banyak pembagian servis yang lebih mendetail daripada itu. untuk lebih detailnya tunggu postingan berikutnya ya....

2. Pasing

voli adalah gerakan mengumpan bola kepada teman atau mengembalikan bola lawan. sedangkan pasing sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu : pasing atas / set up dan pasing bawah

3. Smash

http://www.volimaniak.com/
smash bola voli adalah pukulan keras yang bertujuan untuk mematahkan serangan dan menghasilkan poin. ketika melihat smsah yang keras pasti pecinta bola voli akan sangat pengen bisa meniru, maka dari itu kalian harus benar-benar tahu cara latihan yang benar dan hal apa saja yang perlu dilakukan dan tak kalah penting adalah cara melakukan dengan benar. untuk itu nanti akan saya bahas dalam posting saya berikutnya.

4. Block

http://www.volimaniak.com/
pengertian block dalam permainan bola voli adalah sebuah usaha membendung serangan lawan yang berupa smash agar tidak menghasilkan point.

Itulah sedikit pengetahuan tentang teknik dasar permainan bola voli. rasanya tangan saya juga sudah capek kok nulis banyak kayak gini.setelah anda mengetahui teknik untuk mengambah wawasan pelajari juga ukuran lapangan bola voli .masih belum paham juga tentang bola voli pelajari sejarah permainan bola voli dulu bro.cukup sekian dulu ya ...!!!!

Rabu, 18 November 2015


Mengenal Tentang Renang

mengenal tentang renang
renang adalah olahraga yang dapat merelaksasi tubuh, renang merupakan olahraga yang dilakukan secara individu. Berenang biasanya dilakukan tanpa ada perlengkapan buatan. Kolam yang dilombakan biasanya berukuran dengan Panjang lintasan kolam renang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.
manfaat melakukan olahraga berenang selain jantung kita dapat terpacu, kombinasi gerakan tangan dan kaki dapat menguatkan otot-otot tangan dan kaki. Berenang juga dapat menjadikan pernapasan menjadi teratur dan tidak mudah lelah. olahraga ini juga sangat mempengaruhi terhadap peredaran darah. jadi berenang sangat berpengaruh dalam kesehatan bukan hanya dimanfaatkan untuk olahraga namun juga dapat untuk rekreasi. Selain itu, berenang dapat menumpuk keberanian dan perasaan mampu serta percaya diri sendiri, di samping itu dapat untuk membangkitkan suasana kegembiraan yang tidak dapat dijumpai di olahraga lainnya. Persentuhan dengan air merupakan pengalaman fisik yang dapat membangkitkan respon kejiwaan.
Olahraga renang juga melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang sehingga atlet harus benar-benar menguasai setiap pergerakannya dan mampu mencapai waktu yang ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. renang juga merupakan olahraga yang sudah diresmikan oleh pemerintah dan sering diperlombakan dalam acara olahraga.
Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).
Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
Biasanya olahraga renang ini sebelum kemerdekaan kita hanya dilakukan oleh bangsa kulit putih dengan teknik yang sudah maju sedangkan bangsa indonesia hanya dilakukan disungai atau danau tanpa teknik memadai namun perkembangan renang di jaman jepang menjajah kesempatan umum lebih besar. Pada tahun 1951 setelah terbentuk PBSI (Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia) Sejak itu renang di Indonesia menjadi maju PBSI diterima menjadi anggota PORI (Perserikatan Olahraga Republik Indonesia) yang kemudian dirubah menjadi KOI (Komite Olympiade Indonesia). Tahun 1952 PBSI diterima menjadi anggota FINA dan IOC pada Olympiade Helsinki 1952 Indonesia telah mengirim seorang perenang. Tahun 1959 PBSI berubah menjadi PRSI (Perserikatan Renang Seluruh Indonesia) dan renang mengalami kemajuan sampai sekarang.

Teknik Dasar Sepak Bola Tanpa Bola

Latihan teknik dasar yang dilakukan tanpa bola. Jenis latihan ini digunakan untuk belajar mengendalikan kecepatan dan kegesitan pemain, latihan jenis ini diantaranya :
  • Lari cepat kemudian diikuti dengan merubah arah
  • Lari zig-zag dengan menghindari tabrakan dengan tiang
  • Gerakan melompat-lompat
  • Latihan gerakan tipu tanpa bola, yaitu dengan melatih kegesitan badan
  • Latihan khusus untuk kiper / penjaga gawang

Teknik Dasar Dengan Bola

Latihan teknik dasar sepak bola yang langsung menggunakan bola. Contoh dari latihan ini adalah:
  • Melempar bola (throwing)
  • Menggiring bola (dribbling)
  • Mengumpan bola (passing)
  • Mengontrol/menerima bola (controlling)
  • Menendang bola (shooting)
  • Menyundul bola (heading)
  • Gerak merebut bola (intercept)
  • Gerak menyapu bola (sliding)
  • Gerak menangkap bola (untuk kiper/penjaga gawang)
Saya akan membahas beberapa teknik permainan sepak bola diatas namun tidak semua, karena sebagian sudah dimengerti dari nama gerakan/tekniknya seperti lari cepar kemudian merubah arah, atau gerakan melompat-lompat.

1. Melempar Bola (Throwing)
source : Wikimedia.org
source : Wikimedia.org

Kita tidak boleh menganggap enteng latihan throwing, meskipun hanya melempar bola kedalam lapangan (throw in) mempunyai aturan yang berlaku, yaitu :
  • Pemain harus melakukan lemparan bola menggunakan kedua tangan
  • Posisi bola sebelum dilempar harus dibelakang kepala dan harus melewati atas kepala
  • Arah lemparan harus menghadap ke lapangan
  • Kaki tidak boleh diangkat ketika melakukan lemparan
  • Tidak boleh membuang waktu cukup lama (sesuai keputusan wasit)
Apabila peraturan melempar bola tersebut dilanggar maka kesempatan untuk melakukan lemparan kedalam akan gugur dan digantikan oleh tim lawan, tentu saja ini sangat merugikan. Lalu bagaimana kalau pemain melakukan salto saat melakukan lemparan ke dalam? itu boleh saja asalkan ketika pas bola dilempar, kakinya mulai rapat dan menginjak tanah.

2. Menggiring Bola (Dribbling)
dribbling
source : wikipedia.org

Teknik dasar menggiring bola dapat diistilahkan dengan lari membawa bola dan tetap menjaga bola tetap dikakinya. Teknik ini memerlukan banyak latihan dan ujicoba. Menggiring bola merupakan pengembangan dari latihan lari zig zag tanpa bola dan gerakan tipu menghindari lawan. Gerakan ini biasanya dilakukan untuk mencari celah pertahanan lawan, mencari kesempatan untuk mengumpan / mengoper dan menjaga ball possession.

3. Mengumpan Bola (Passing)
teknik dasar sepak bola : mengumpan
source: flickr.com

Teknik dasar passing adalah mengumpan/mengoper bola ke anggota tim lain, anda perlu menguasai 2 jenis passing, yaitu short pass dan long pass, teknik yang digunakan saat short pass adalah menggunakan kaki bagian dalam dan power sedang, sedangkan long pass menggunakan kaki bagian luar dan kekuatan tendangan lebih besar dari short pass. Mengumpan bola erat kaitannya dengan latihan menendang dan menerima bola, ketika anda jadi pengumpan, anda harus sudah menguasai teknik shooting, jika anda penerima umpan maka anda harus menguasai teknik controlling. Passing dilakukan untuk menghindari lawan yang ingin merebut dan membuka peluang dengan umpan terobosan.

4. Mengontrol / menerima bola (Controlling)
teknik dasar mengontrol bola
Teknik menerima sebenarnya tidak terlalu rumit, namun kadang kalau disepelekan bisa menjadi fatal. Anda bisa menggunakan bagian tubuh seperti kaki, dada dan kepala. Konsepnya adalah menghentikan bola yang diberikan teman kita, kalau bola rendah gunakan kaki, kalau sedang gunakan dada sedangkan untuk kepala sebenarnya kurang dianjurkan karena lebih baik langsung di umpankan lagi dengan teknik heading daripada di control sendiri. Peraturan yang berlaku adalah anda tidak boleh mengontrol bola menggunakan tangan karena itu mengakibatkan hands ball bahkan kartu kuning.


5. Menendang Bola (Shooting)
teknik dasar melalukan tendangan
source:wikipedia.org

Menendang bola merupakan teknik dasar sepak bola yang wajib dikuasai setiap pemain. Dengan berlatih teknik menendang pemain bisa menciptakan gol demi gol atau assist yang bagus. Menendang bola erat kaitannya dengan passing, karena passing merupakan tendangan yang lebih ke arah mengoper ke teman, sedangkan shooting lebih mengarah tendangan ke lawan, powernya pun lebih tinggi daripada passing. Berikut ini tips melakukan shooting yang bisa anda terapkan dalam latihan anda:
  • Posisikan kaki tumpu disamping bola dengan ujung kaki menghadap ke sasaran
  • Posisi badan diusahakan sedikit condong ke depan
  • Kaki satunya ditarik kebelakang dan diayunkan tepat mengenai tengah-tengah bola
  • Usahakan kaki yang menendang bola itu merupakan punggung kaki
  • Kaki yang menendang diangkat kearah sasaran
6. Menyundul Bola (Heading)
teknik dasar menyundul bola
source:tempo.co

Gerakan teknik menyundul bola biasanya dilakukan untuk mencetk gol atau membuang bola (bagi pemain belakang). Teknik dasar ini dapat dilatih dengan melemparkan bola kemudian diterima dengan kepala tepat di jidat. Anda juga bisa menggunakan kepala bagian atas, teknik ini biasanya digunakan untuk melakukan operan ke teman lain yang akan mencetak gol ( biasa terjadi kalau ada tendangan penjuru). Usahakan jangan menggunakan bagian muka saat menerima sundulan, hal ini bisa membuat rasa sakit dan cedera pada bagian mata atau hidung.

7. Gerakan Merebut Bola (Intercept)
teknik dasar merebut bola
source:fr.wikipedia.org

Teknik dasar ini perlu dilakukan bersama teman, karena intinya adalah merebut bola dari kaki lawan. Ada perlu belajar membaca gerakan lawan dan usahakan membaca gerakan bola daripada menghadap secara fisik lawan main. Ketika anda mempelajari gerak tipu tanpa bola anda juga bisa menerapkan gerak tipu untuk merebut bola dari lawan. Hal yang paling mudah dalam intercept adalah menghadang laju bola yang diumpan secara long pass.

8. Gerakan Menyapu Bola (Sliding Tackle)
teknik dasar merebut bola
source: wikimedia.org

Sliding tackle merupakan gerakan merebut bola yang sebenarnya cukup riskan untuk dilakukan dan memperoleh kartu. Teknik yang perlu dipelajari adalah meluncur dengan menjatuhkan badan ke rumput. Anda juga perlu memperhatikan timing untuk melalukan sliding tackle karena salah sedikit perkiraan waktu bisa membuahkan kartu dari wasit. Hal yang tidak diperbolehkan dalam Sliding tackle adalah melakukan dari belakang lawan, tackle dengan teknik menggunting dan mengangkat kaki keatas ketika melakukan tackle.

9.Gerakan Menangkap Bola (untuk penjaga gawang)
teknik dasar penjaga gawang
source:wikipedia.org

Teknik dasar menangkap bola hanya berlaku untuk penjaga gawang, tentu saja karena dalam permainan sepak bola, pemain tidak boleh menyentuh bola kecuali kiper. Latihan yang biasa dilakukan adalah menangkap bola dari kanan atau kiri atau bisa juga dengan tembakan pinalti.
Itu tadi beberapa teknik dasar sepak bola yang sebaiknya anda pelajari dan kuasai agar menjadi pemain yang hebat, mungkin ada beberapa teknik dasar lain yang belum sempat saya tulis, misalnya juggling. Teknik juggling juga penting untuk para pemain sepak bola, bagaimanapun ketika anda sudah masir dengan juggling berarti anda sudah menganggap bola itu teman sejati anda. Setelah ini anda bisa mempelajari peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia sepak bola untuk menambah wawasan anda mengenai sepak bola. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, cintai sepak bola, jaga kesehatan dan sukses selalu

TEKNIK DASAR PERMAINAN TENIS LAPANGAN


TEKNIK MEMEGANG RAKET TENIS
Agar dapat bermain tenis dengan baik, salah satu kunci utamanya adalah teknik memegang raket (grip) dengan sempurna. Grip sendiri ada bermacam-macam di antaranya one handed backhand/forehand (backhand/forehand satu tangan) dan two handed backhand/forehand (backhand/forehand dua tangan).
Bagaimana teknik memegang raket yang benar. Berikut penjelasan atlet tenis Sekolah Tenis Gelora (STG) Solo, Elfa.
Pegangan dengan satu tangan tampaknya sederhana tapi jika tidak dilakukan dengan benar hasil pukulannya pun tidak maksimal. Langkah awal melakukan pukulan satu tangan ini dengan menempatkan telapak tangan di puncak (di ujung) pegangan raket. Pada pukulan ini ibu jari sebaiknya dalam posisi kerah bawah diagonal berlawanan dengan posisi belakang grip. Akan lebih baik jika bagian dalam ibu jari tepat menyentuh permukaan datar dari pegangan raket (foto 1).
Pegangan dengan dua tangan. Pegangan ini ini lebih sulit dilakukan dari pada pukulan satu tangan, cara paling gampang melakukan pukulan ini adalah pegang raket dengan gaya jabat tangan (forehand grip) yang senyaman mungkin. Untuk memaksimalkan hasil, tangan yang lain memegang raket dengan teknik forehand grip lainnya dengan posisi tangan kanan lebih di atas untuk mendorong pukulan (foto 2

GRIP (PEGANGAN RAKET)
Seringkali pemain yang baru atau belum pernah sama sekali bermain tenis terjebak pada kesalahan dasar dalam memegang raket. Melihat hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kebanyakan orang Indonesia yang jauh mengenal bulutangkis sebagai olahraga paling populer dimainkan di Indonesia, sehingga seringkali mengadopsi gaya pegangan raket bulutangkis.
Pegangan raket bulutangkis cenderung berada di tengah gagang, sedangkan tenis cenderung berada di ujung dari gagang raket. Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

Menurut perbedaan ini dapat dimengerti dari kinetik ayunan dalam memukul bola atau kok dalam bulutangkis. Tenis cenderung menggunakan ayunan tangan dan pergerakan badan serta putaran bahu untuk memukul bola, sehingga raket dapat dianggap sebagai perpanjangan tangan dan merupakan satu kesatuan dengan badan. Ketika pegangan raket berada di titik tengah, maka akan merusak kestabilan raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. Lain halnya dengan bulutangkis yang memiliki raket dengan berat yang lebih ringan dari tenis. Bulutangkis lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan daripada keseluruhan lengan hinga bahu itu sendiri, sehingga pegangan di tengah gagang justru lebih memperkuat cengkeraman.

Berikut akan dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan raket. Umumnya. gagang raket tenis berbentuk oktagonal. Kedelapan sisi tersebut dibagi menjadi sisi atas, bawah, kiri, kanan dan sudut 1, 2, 3, dan 4 (searah jarum jam) seperti yang diilustrasikan pada gambar di samping. Yang dipakai menjadi patokan dari setiap tipe grip adalah posisi dari pangkal ujung jari telunjuk kita.
Selanjutnya ditinjau beberapa grip atau pegangan raket dalam permainan tenis.
 

1. Forehand Continental grip
Grip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan oleh pemain-pemain tenis jaman dahulu ketika raket kayu masih digunakan. Posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4 (untuk pemain kidal).
Pemain pro modern yang tercatat masih menggunakan tipe ini adalah Stefan Edberg dan sebelumnya adalah John McEnroe. Grip ini sangat baik digunakan di permukaan lapangan yang cepat, seperti rumput, dan digunakan oleh pemain dengan tipe permainan ‘Service Volley’. Saat ini tidak banyak yang menggunakan tipe continental sebagai pegangan forehand utamanya karena tempo permainan yang semakin cepat dengan bola yang semakin berputar (spin). Minus grip ini adalah hanya bisa dipakai untuk pukulan mendatar (flat) dan mengiris (slice), sedangkan untuk pukulan spin agak sulit. Pemain yang memakai grip ini juga seringkali kesulitan menghadapi bola-bola top spin yang bersifat agak melambung parabolik. Akan tetapi, grip continental merupakan grip standar untuk melakukan service dan juga untuk pukulan volley serta overhead karena tangan mantap mencengkeram gagang raket.


2. Forehand Eastern grip
Eastern merupakan grip yang paling mudah diaplikasikan petenis pemula. Grip ini seringkali disebut sebagai ‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya dengan memulai pegangan dari leher raket, seperti menjabat tangan, lalu turun ke ujung gagang raket. Posisi dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal).
Pegangan jenis ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat, slice, maupun spin. Pilihan grip ini cocok sekali bagi pemain yang sering mengandalkan permainan volley ke depan net karena anda dapat dengan mudah dan cepat menyesuaikan grip untuk pukulan volley ke depan net. Namun minus pegangan ini sekali lagi agak susah untuk menghadapi bola-bola topspin yang bersifat parabolik.
Salah satu pemain pro yang merajai tenis di tahun 90′an, yaitu Pete Sampras, memakai grip ini sebagai pilihannya karena dia merupakan tipikal pemain Service Volley yang sangat nyaman memakai grip ini.


3. Forehand Semi-Western grip
Grip jenis ini adalah grip yang paling banyak dipakai oleh pemain tenis modern, terutama yang memiliki tipe permainan baseliner. Kita dapat mencoba grip ini dengan menempatkan pangkal jari telunjuk anda di sudut 2 (untuk pemain tangan kanan) atau 3 (untuk pemain kidal). Atau bisa juga berawal dari grip eastern kemudian tangan anda diputar searah jarum jam satu sudut ke sudut 2atau3.
Keunggulan dari grip ini adalah anda dapat memukul spin dengan baik sehingga kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena sifatnya yang parabolik. Grip ini juga dapat dipakai untuk memukul flat tetapi tidak direkomendasikan untuk memukul slice. Minus dari grip ini adalah sulit untuk mengantisipasi bola-bola rendah yang dihasilkan dari pukulan flat atau slice terutama di lapangan cepat (grass atau hard court). Beberapa contoh pemain pro yang menggunakan grip ini adalah:Andre Agassi, Roger Federer, Marat Safin.


4. Forehand Western grip

Grip jenis ini merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproduksi pukulan topspin. Pemain spesialis lapangan tanah liat (clay) umumnya menggunakan grip jenis ini, juga banyak pemain modern saat ini.
Grip ini sebagai ‘pegangan wajan’ karena cara memegang raket ini seperti saat kita memegang gagang wajan atau panci masakan. Caranya adalah menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari gagang raket. Atau anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian bergeser satu sudut ke sisi bawah gagang raket.
Grip ini sangat baik digunakan bagi pemain yang ingin memukul bola dengan top spin yang ekstrim. Arah bola dari hasil pukulan ini dapat melambung di atas net dan turun menurut garis parabolik yang ekstrim. Grip ini juga sangat nyaman digunakan untuk mengantisipasi bola-bola tinggi yang biasanya terjadi di lapangan tanah liat. Akan tetapi, minus dari grip jenis ini adalah tidak bisa dipakai untuk melakukan pukulan flat serta slice dan juga sangat sulit untuk mengantisipasi bola-bola slice yang jatuh rendah di lapangan cepat seperti rumput (grass) atau semen (hard court)

MEMEGANG RAKET YANG BENAR
Anggota “Lawn Tennis Regristered Profesional Coaches Association” (Perkumpulan Pelatih Tennis Profesional) yang telah berpengalaman menyebutkan bahwa permulaan dari permainan tennis dengan mempelajari cara memegang raket sehingga merasakan “perasaan” maksimal pada jari-jari dan tangan menyentuh senar raket.Pegangan raket harus mencapai jangkauan semaksimal mungkin dan harus bisa dilenturkan. Mengerahkan segala kemampuan untuk mengembalikan pukulan-pukulan lawan yang terbaik.
Menguasai dan menjinakkan kekuatan bola yang sedang bergarak dibantu oleh sebuah kelenturan. Sebagian besar pemain tingkat tinggi merasa bahwa kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan memegang raket melalui cara-cara tertentu yang khusus untuk pukulan-pukulan pertama sebagai berikut :

  1. Forehand
Pukulan ini dilakukan dengan menggunakan bagian depan tangan dan  menghadap kedepan. Untuk membiasakan diri untuk forehand  grip,pegang raket dengan membentuk sudut siku-siku. Letakkan tangan kanan diatas senar. Kemudian luncurkan tangan kanan keujung pegangan raket. Sekarang pegang pegangan raket seolah sedang berjabat tangan. Pindahkan jari-jari tangan sampai pegangan terasa enak.


  1. Backhand Drive
Disebut backhand drive karena bagian belakang tangan menghadap bola ketika bola dipukul. Utuk melakukannya letakkan ibu jari pada pusat raket, ibu jari terpisah sedangkan keempat jari lainnya dirapatkan, telapak tangan menghadap ke bawah. Dengan raket sejajar dengan bahu dan senar tegak lurus dengan tnah dorong pegangan raket kearah ibu jari. Tutup tangan dengan ibu jari yang mengarah pada senar di belakang raket (bukan disamping atas)
  1. Chopper Grip
Pukulan ini sesuai untuk serve. Perhatikan posisi “V” yang dibentuk penggabungan telunjuk dan ibu jari. Untuk meningkatkan pengontrolan raket, pukul-pukul bola ke tanah dengan sisi raket (kerangka raket). Latihlah sampai dapat memukul bola sampai 20X

CARA MEMEGANG RAKET
  1. 1. Forehand
Posisi Siap, dalam melakukan Rally harus berdiri di tengah-tengah arena dekat baseline. Raket tergenggam erat mengarah pada net, sehingga dengan mudah menggerakkannya ke kiri atau ke kanan sesuai dengan arah tembakan lawan. Leher raket harus ditunjang oleh jari-jari tangan kiri. Ini mengurangi beban yang harus ditanggung tangan kanan dan cara ini juga memungkinkan tangan kiri unutk memulai putaran bahu ke kiri atau ke kanan pada saat raket ditarik sebagai persiapan untuk melakukan pengembalian bola dari lawan. Berat badan harus berada pada ujung kaki, kaki direntangkan selebar kira-kira 30cm, dan kedua lutut sedikit ditekuk agar cepat bergerak kea rah bola.
Untuk melakukan cengkraman forehand timur peganglah leher raket dengan tangan kiri “Frame”-nya tegak lurus dengan tanah, dan handel raket mengarah pada tubuh anda. Kemudian goyang-goyangkan raket dengan tangan kanan. Caranya letakkan telapak tangan pada sisi handel yang datar disebelah kanan dan tekuklah jari-jari mencengkeram hendel tersebut. Pangkal telapak tangan harus berht mpitan dengan ujung hendel raket dan telunjuk rentangkan sepanjang hendel agar lebih dapat mengontrol raket. Ibu jari sebagian harus diletakkan pad bagian atas hendel dan sebagian lagi melintasi sisi diagonal hendel bagian atas sebe;ah kiri.
Posisi kaki saat melakukan pukulan forehand ini sangat menentukan. Saat siap melakukan ayunan, kaki kanan harus sejajar dengan baseline dan kaki kiri (membentuk sudut 45 derajat uus lebioh dekat kira-kira enam inci ke sideline kanan daripada kaki yang kanan. Pada akhir ayunan, tubuh berdiri menyamping net, ke dua lutut sediikit diterhadap baseline.
Untuk melakukan cengkeraman Continental, peganglah raket di deparn seperti pada cara forehand Timur, lalu letakkan telapak tangan pada bevel (sebelah kanan atas sehingga mencengkeramnya seperti kalau akan memotong kayu dengan sebuah kapak.Ibu jari harus diletakka pada sisi hendel yang datar disebelah kiri dan telunjuk direntangkan disepanjang handel agar dapat mengontrol raket dengan baik )
  1. 2. Backhand
Cengkeraman backhand ala “Timur” (Eastern Backhand Grip) dianjurkan untuk semua pemain pemula. Karena cengkeraman atau grip ini memberikan dukungan yang cukup bagi raket, pada saat raket diayun ke depan untuk menyambut bola. Grip ini juga melenyapkan kemungkinan adanya satu tembakan dengan chop tajam, yakni  suatu pukulan backhand yang “memotong” bolda yang dianggap lemah, atau beckhand yang dipukul datar (keras dengan sedikit spin) seperti dalam permainan tenis dewasa ini.
Untuk melakukan cengkeraman posisi backhand “Timur”, lakukan grip forehand timur, dimana telapak tangan berada di belakang handel, pegang raket di depan, dan gerakkan raket dengan seperdelapan putaran. Ini membuat telapak tangan berada pada handel bagian atas dan ibu jari menyilang pada sisi kirinya. Huruf  V yang terbentuk oleh obi jari dan telunjuk, terletak pada sisi miring handel bagian atas. (ibu jari dapat diletalkkan di sepanjang kika merasa cara ini memberikan dukungan yang lebih baik). Agar memperoleh control yang lebih baik lingkarkan telinjuk pada sisi miring handel sebelah kanan atas.



Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya


1. Teknik Dribbling (menggiring)
teknik dribbling
Teknik dasar dribbling pada basket tujuannya sama dengan teknik dribbling pada sepak bola, yaitu untuk membawa bola menghindari lawan dan menyerang lawan. Perbedaannya adalah dribbling pada bola basket dilakukan dengan memantul-mantulkan bola dengan satu telapak tangan terbuka, jangan menggunakan dua tangan dan jangan menggunakan tangan yang mengepal. Ada dua jenis teknik dribbling dalam basket, yaitu :


a. Dribble tinggi
Dilakukan untuk menggiring bola secara cepat memasuki pertahanan lawan dengan cara jalan cepat / lari, teknik ini digunakan ketika pemain lawan cukup jauh dari pemegang bola.


b. Dribble Rendah
Teknik ini dilakukan untuk mempertahankan bola dari rebutan lawan main. Teknik ini digunakan ketika sedang berhadapan langsung dengan lawan dan ingin membuat sebuah terobosan yang memanfaatkan celah yang dibuat oleh lawan ketika lengah.

dribble rendah
Ingat, dalam melakukan kedua teknik dribbling tersebut kamu harus memantulkan bola setelah melakukan 3 langkah pergerakan, karena lebih dari itu dianggap pelanggaran.

2. Teknik Passing (mengoper)
Teknik Passing merupakan teknik dasar permainan bola basket yang harus kamu kuasai betul agar bisa bermain secara kolektif. Teknik passing / mengumpan merupakan gerakan melempar bola kepada teman yang masih dalam satu tim. Passing bisa dilakukan dengan menggunakan dua tangan atau satu tangan saja, tujuan dari melakukan passing adalah untuk menjaga bola dari rebutan lawan dan menyusun serangan dengan terobosan matang atau gerak tipuan. Setidaknya ada 6 jenis passing yang bisa dilakukan yaitu:


a. Overhead Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan posisi bola dari atas kepala. Umpan jenis ini dilakukan untuk melakukan counter attack dengan melemparkan bola jauh ke daerah pertahanan lawan.

Over head pass

b. Chest Pass
Teknik Passing yang dilakukan dengan posisi bola didepan dada, teknik ini biasanya menggunakan lemparan dua tangan dengan tujuan operan lurus terhadap teman yang satu tim.

chest pass

c. Baseball Pass
Teknik ini dinamakan baseball pass karena gayanya mirip melalukan lemparan baseball. Lemparan dilakukan menggunakan tenaga yang cukup kuat dan hanya dengan satu tangan saja.

baseball pass

d. Bounce Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan memantulkan bola kebawah kemudian diterima oleh teman satu tim, teknik ini sebenarnya untuk menghindari hadangan lawan.

bounce pass

e. Hook Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan satu tangan yang membentuk seperti hook (pancing, kait).


f. Under Pass
Teknik passing yang dilakukan dari bawah atau lebih tepatnya se-pinggang dengan bola diarahkan secara lurus ke teman yang masih datu tim, teknik ini bisa diterapkan ketika ingin melakukan operan jarak pendek.


3. Teknik Pivot
Seperti namanya pivot berarti tumpuan, teknik pivot biasanya digunakan untuk melakukan gerak tipu yaitu dengan cara mengerakkan badan dengan tumpuan salah satu kaki dengan kedua tangan yang menjaga bola dari lawan.

4. Teknik Shooting
Dalam basket tentu saja kamu memerlukan shooting / tembakan langsung ke ring untuk mencetak poin. Ada banyak cara untuk melakukan teknik shooting, diantaranya :
– Menembak dengan teknik set shoot(posisi berdiri diam ditempat) dengan satu tangan
– Menembak dengan teknik set shoot dua tangan
– Menembak dengan teknik jum shot ( disertai dengan lompatan)
– Menembak dengan teknik lay up ( gerakan lari, langkah dan meloncat)

shooting

5. Teknik Rebound
Teknik rebound merupakan teknik dasar permainan bola basket yang bisa membuat tambahan poin dari lemparan temanmu yang gagal. Teknik ini bisa sebagai strategi tipuan atau memanfaatkan lemparan bola yang memantul dari papan pantul untuk dimasukkan kedalam ring. Dengan melompat tinggi pada saat bola memantul dari papan pantul bisa menambah 2 poin untuk tim.
teknik rebound
Itu tadi 5 teknik dasar permainan bola basket yang bisa kamu asah dirumah, dengan latihan secara rutin tentu saja kamu bisa bermain lebih baik lagi dan mengembangkan diri kamu sebagai pemain basket profesional.